BPTD Kaltim Perkuat Sinergi Lintas Instansi Demi Wujudkan Angkutan Barang yang Berkeselamatan

KALTIM17 Dilihat

metroikn, BALIKPAPAN – Upaya mewujudkan sistem angkutan barang yang aman, tertib, dan berkeselamatan terus diperkuat melalui sinergi lintas instansi. Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah XVII Kalimantan Timur menggelar sosialisasi keselamatan kendaraan angkutan barang di Terminal Penumpang Pelabuhan Semayang, Balikpapan, Jumat (24/10/2025).

Kegiatan ini diikuti oleh para pengemudi dan pemilik kendaraan yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo), serta pelaku usaha di kawasan pelabuhan yang difasilitasi oleh Pelindo. Sosialisasi tersebut menghadirkan narasumber dari berbagai lembaga, di antaranya Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), Direktorat Lalu Lintas Polda Kaltim, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN), dan Jasa Raharja.

Kepala BPTD Kaltim Renhard Ronald menjelaskan, kolaborasi antarinstansi menjadi langkah strategis untuk memperkuat budaya keselamatan di sektor logistik. Pelibatan langsung para pengemudi dan pemilik kendaraan, menurutnya, merupakan cara efektif agar pesan keselamatan tidak hanya berhenti di tingkat perusahaan, tetapi benar-benar diterapkan oleh pelaku di lapangan.

“Kegiatan ini juga menjadi forum koordinasi yang menyatukan pandangan antarinstansi terkait kepatuhan terhadap ketentuan teknis kendaraan. Misalnya, pelanggaran terhadap batas muatan dan dimensi (ODOL) tidak hanya membahayakan keselamatan di jalan, tetapi juga merusak infrastruktur yang menjadi tanggung jawab Kementerian PUPR melalui BPJN,” jelas Renhard.

Ia menilai, kehadiran berbagai lembaga dalam satu forum memperkuat komitmen bersama dalam menekan angka kecelakaan lalu lintas, khususnya yang melibatkan kendaraan berat. “Ini kolaborasi yang baik. Harapan kami, apa yang disampaikan dalam kegiatan ini benar-benar sampai ke targetnya, yakni para pengemudi di lapangan,” ujarnya.

BPTD Kaltim juga memastikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari roadshow keselamatan yang akan dilaksanakan di berbagai kabupaten dan kota di Kalimantan Timur, seperti Kutai Timur, Kutai Barat, Kutai Kartanegara, Bontang, Penajam Paser Utara, dan Paser.

Renhard menambahkan, pihaknya akan terus melibatkan Ahmad Wildan, Investigator Senior KNKT, sebagai narasumber utama karena materi dan data yang disampaikannya relevan dengan kebutuhan lapangan. “Materi yang dibawakan beliau sangat penting untuk dipahami para pengemudi dan pemilik kendaraan. Ini bukan teori, tapi hasil investigasi nyata dari berbagai kasus kecelakaan,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, BPTD Kaltim bersama KNKT, Ditlantas Polda Kaltim, Pelindo, BPJN, dan Jasa Raharja berharap dapat membangun model kolaborasi terpadu dalam peningkatan keselamatan transportasi darat. Dengan langkah yang terintegrasi dari hulu hingga hilir, sistem angkutan barang di Kalimantan Timur diharapkan dapat berjalan lebih tertib, efisien, dan selamat bagi semua pihak.