metroikn, SAMARINDA — Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kalimantan Timur mencatat lonjakan signifikan pengungkapan kasus narkotika sepanjang tahun 2025. Peningkatan paling mencolok terjadi pada narkotika jenis sabu, dengan jumlah barang bukti yang melonjak tajam dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Kepala BNNP Kaltim Rudi Hartono menyampaikan, berdasarkan data pengungkapan, jumlah sabu yang berhasil diamankan pada 2023 tercatat sebesar 1.136 gram. Angka tersebut meningkat menjadi 3.903,8 gram pada 2024, dan melonjak drastis pada 2025 hingga mencapai 42.420,32 gram.
“Selama ini pengungkapan sabu di Kalimantan Timur rata-rata hanya beberapa kilogram per tahun. Namun pada 2025, jumlahnya melonjak sangat signifikan,” ujar Rudi saat rilis akhir tahun, Senin (29/12/2025).
Selain sabu, peningkatan juga terjadi pada pengungkapan narkotika jenis ekstasi. Dari sebelumnya hanya 51 butir, jumlah barang bukti ekstasi yang diamankan pada 2025 meningkat menjadi 684 butir, atau naik sekitar 1.241 persen.
Rudi menjelaskan, lonjakan pengungkapan tersebut tidak terlepas dari keberhasilan aparat dalam membongkar jaringan peredaran narkotika lintas wilayah. Salah satu kasus menonjol terjadi di Kecamatan Talisayan, Kabupaten Berau, pada 18 Januari 2025, dengan barang bukti narkotika seberat 25 kilogram.
Dalam pengungkapan tersebut, petugas juga mengamankan satu unit speed boat yang digunakan sebagai sarana pengangkut narkotika. Kasus ini disebut menjadi salah satu penyumbang terbesar dalam peningkatan jumlah barang bukti sepanjang tahun 2025.
Menurut Rudi, capaian tersebut didukung oleh penguatan sumber daya, baik dari sisi anggaran, personel, dukungan pemerintah daerah, maupun kolaborasi lintas instansi. Selain itu, peran serta masyarakat dalam memberikan informasi juga dinilai semakin meningkat.
Sepanjang 2025, BNNP Kaltim tercatat telah melakukan penelusuran atau tracing terhadap lebih dari 15 ribu orang sebagai bagian dari upaya pemetaan jaringan serta pencegahan peredaran narkotika di wilayah Kalimantan Timur.
Meski demikian, Rudi mengakui tingginya angka pengungkapan justru menyisakan keprihatinan tersendiri. Menurutnya, banyaknya kasus yang terungkap menunjukkan ancaman narkotika masih sangat besar di tengah masyarakat.
“Kami tentu bekerja maksimal, tetapi jujur saya prihatin. Banyaknya penangkapan berarti masih banyak korban yang harus kita selamatkan,” ujarnya.
Ke depan, BNNP Kaltim menegaskan akan terus memperkuat langkah pencegahan, rehabilitasi, serta meningkatkan kerja sama lintas sektor guna menekan peredaran narkotika di Kalimantan Timur.












