BI Balikpapan Perkuat UMKM Wastra dan Mamin Olahan, Siap Tembus Pasar Lebih Luas

EKOBIS41 Dilihat

Metroikn, Balikpapan – Penguatan pelaku usaha terus didorong Bank Indonesia melalui Kantor Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan. Sepanjang Februari 2026, fokus diarahkan pada subsektor wastra dan makanan minuman olahan agar mampu naik kelas dan bersaing di pasar yang lebih luas.

Sebanyak 47 pelaku UMKM makanan dan minuman olahan dari Balikpapan, Penajam Paser Utara, dan Paser mengikuti workshop pada 11–12 Februari 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari peningkatan kapasitas sekaligus kurasi awal menuju Program Industri Kreatif Syariah.

Peserta mendapatkan materi inovasi produk, penguatan cerita lokal, pemilihan bahan baku, pembangunan merek yang kredibel, strategi diferensiasi, pengemasan, hingga akses pasar baik digital, offline, maupun ekspor. Sesi presentasi dan diskusi memberi ruang evaluasi langsung agar produk benar-benar siap bersaing.

“Kualitas produk, kemasan yang menarik, serta identitas merek yang kuat menjadi tuntutan konsumen saat ini. Karena itu, UMKM perlu terus berinovasi agar mampu bertahan dan berkembang secara berkelanjutan,” ujar Kepala Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan, Robi Ariadi.

Sebelumnya, pada 6–8 Februari 2026, workshop untuk subsektor wastra digelar di Hotel Novotel Balikpapan. Sebanyak 18 pelaku UMKM wastra terkurasi mengikuti kelas desain ready to wear dan desain batik. Mereka berkolaborasi dengan 18 desainer muda, termasuk finalis Akademi Kreatif Muda Nusantara 2024–2025 dari tiga SMK jurusan tata busana.

Dalam sesi tersebut, peserta mempresentasikan desain dan memperoleh masukan langsung dari narasumber industri fesyen nasional. Materi meliputi penguatan konsep, integrasi unsur budaya lokal, diferensiasi desain, hingga strategi branding.

“Penguatan daya saing produk wastra lokal merupakan langkah strategis untuk meningkatkan nilai tambah sekaligus memperluas akses pasar berbasis budaya daerah. Kami ingin produk wastra tidak hanya kuat di pasar lokal, tetapi juga mampu naik kelas dengan desain inovatif, identitas yang kuat, dan kualitas unggul sehingga berpeluang menembus pasar nasional hingga global,” jelas Robi Ariadi.

Seluruh peserta telah melalui proses kurasi awal oleh tenaga ahli dan Bank Indonesia. Produk mamin olahan dan desain wastra terbaik akan mengikuti kurasi lanjutan sebagai bagian dari pembinaan berkelanjutan.

Ke depan, Bank Indonesia Balikpapan akan terus memperluas pemberdayaan UMKM pada sektor pangan olahan, ekonomi kreatif, dan produk berbasis potensi lokal. Sinergi dengan pemerintah daerah, korporasi, asosiasi UMKM, dan komunitas bisnis diharapkan mampu mendorong lahirnya pelaku usaha unggulan yang memberi kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.