Bank Indonesia Rilis Laporan Perekonomian Indonesia 2025: Optimisme, Komitmen, dan Sinergi Jadi Kunci

EKOBIS1738 Dilihat

Metroikn, Jakarta – Bank Indonesia (BI) resmi meluncurkan Laporan Perekonomian Indonesia (LPI) 2025 dengan tema “Tangguh dan Mandiri: Sinergi Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Lebih Tinggi dan Berdaya Tahan”. Laporan ini mengulas evaluasi dan prospek ekonomi global dan domestik, serta pelaksanaan kebijakan BI pada 2025 dan arah bauran kebijakan 2026.

Gubernur BI, Perry Warjiyo, menekankan tiga pilar utama dalam LPI 2025, yaitu Optimisme, Komitmen, dan Sinergi. Optimisme perlu diperkuat untuk mendukung prospek pertumbuhan ekonomi, yang diprakirakan 4,7–5,5% pada 2025, meningkat menjadi 4,9–5,7% pada 2026, dan mencapai 5,1–5,9% pada 2027, dengan inflasi terkendali di kisaran 2,5±1% pada 2026–2027.

Komitmen BI diarahkan untuk terus memperkuat bauran kebijakan yang mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus menjaga stabilitas harga. Sementara itu, sinergi menjadi fokus pada lima area penting:

  1. Memperkuat stabilitas perekonomian,
  2. Mendorong sektor riil melalui hilirisasi SDA dan industrialisasi,
  3. Memperkuat ekonomi kerakyatan,
  4. Meningkatkan pembiayaan perekonomian,
  5. Mengakselerasi digitalisasi.

“Bank Indonesia akan terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah dan otoritas terkait untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lebih tinggi dan berdaya tahan, dengan tetap waspada terhadap berbagai gejolak global yang berpotensi memengaruhi perekonomian domestik,” ujar Perry.

LPI 2025 juga merupakan bentuk transparansi kebijakan BI kepada publik sesuai ketentuan UU No. 23/1999 dan perubahan terakhir melalui UU No. 4/2023. Laporan ini diharapkan menjadi referensi kredibel dan berkualitas mengenai perkembangan ekonomi, sinergi kebijakan nasional, dan arah bauran kebijakan Bank Indonesia.