Metroikn, Nusantara – Pertunjukan Reog Ponorogo dari komunitas Singo Joyo Nusantoro sukses memukau pengunjung Bendungan Sepaku Semoi. Topeng dadak merak diangkat tinggi, disambut sorak penonton yang hadir dari berbagai wilayah.
“Dulu kami transmigrasi dari Ponorogo. Supaya tidak punah, budaya ini tetap kami jalankan di sini,” kata Senen, penasihat kelompok. “Alhamdulillah, masyarakat senang. Kami juga senang bisa menghibur.”
Warga juga menunjukkan antusiasme tinggi. Wulan dari Semoi 4 merekam pertunjukan dengan ponselnya. “Suka saja lihat Reog atau kuda lumping. Bagus kalau terus ada, supaya tidak hilang,” ujarnya.
Sidik, warga Sepaku, datang bersama keluarga. “Senang, ramai. Sudah lama tidak ada acara seperti ini. Apalagi di bendungan, jadi ada hiburan. Masyarakat juga jadi berkumpul,” katanya.
Seiring meningkatnya kunjungan, fasilitas di bendungan mulai lengkap. Kopi Bend’s buka setiap hari pukul 08.00–22.00 WITA, menawarkan kopi, matcha, grill, dan suki.
“Bendungan ini sudah dibuka untuk umum. Kami ingin kawasan ini hidup. Salah satunya dengan menghadirkan Kopi Bend’s, supaya pengunjung bisa bersantai dan menikmati suasana di sini,” jelas Farih, pengelola Kopi Bend’s.
Selain itu, pengunjung bisa menikmati kebun melon dengan konsep petik langsung dari kebun, pengalaman edukatif yang disukai anak-anak dan keluarga.
Dengan kombinasi atraksi budaya, kuliner, dan aktivitas edukasi, Bendungan Sepaku Semoi perlahan berubah menjadi destinasi publik yang hidup di IKN.









