metroikn, BERAU – Anggota DPRD Berau M. Ichsan Rapi menegaskan agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau tetap memprioritaskan anggaran pendidikan dan kesehatan di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang mulai diterapkan. Menurutnya, dua sektor tersebut adalah fondasi utama pembangunan jangka panjang yang tidak boleh tersisih meskipun fiskal daerah sedang tertekan.
Ichsan menjelaskan, efisiensi anggaran tidak mengubah ketentuan undang-undang yang mewajibkan alokasi minimal 20 persen untuk pendidikan dan 10 persen untuk kesehatan. Bahkan, menurutnya, porsi anggaran untuk dua sektor itu idealnya justru ditingkatkan agar manfaatnya lebih terasa bagi masyarakat.
“Efisiensi tidak membatalkan aturan undang-undang. Pendidikan minimal 20 persen dan kesehatan 10 persen itu wajib. Kalau bisa lebih besar lagi, itu jauh lebih baik,” ujarnya, Kamis (6/11/2025).
Ia mengungkapkan, pada 2026 mendatang APBD Berau diproyeksikan turun drastis menjadi sekitar Rp2 triliun atau terpangkas 60 persen dari estimasi awal sebesar Rp6 triliun. Meski begitu, Ichsan menilai anggaran yang lebih kecil bukan berarti tidak efektif, selama dikelola secara serius dan tepat sasaran.
“Kalau dikelola dengan baik, tidak perlu cemas meski ada efisiensi. Nilai yang besar pun jadi percuma kalau penggunaannya tidak tepat,” tegasnya.
Ichsan juga menyoroti kecenderungan anggaran daerah yang selama ini lebih banyak diarahkan untuk pembangunan fisik seperti jalan dan gedung. Menurutnya, pola pembangunan tersebut harus mulai bergeser ke arah peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan dan kesehatan.
“Efisiensi sudah di depan mata, jadi cara pandang harus diubah. Yang perlu dibangun itu pendidikan dan kesehatan. Kalau dua sektor ini diabaikan, masa depan Berau yang akan menanggung akibatnya,” jelasnya.
Ia menekankan, keberhasilan pembangunan di masa depan bergantung pada kekuatan SDM, bukan hanya pada kekayaan sumber daya alam. Karena itu, pemerintah daerah diminta merancang kebijakan jangka panjang yang lebih berorientasi pada penguatan kapasitas manusia Berau sejak sekarang.
“SDA bisa melimpah, tapi tanpa SDM yang unggul kita tidak akan maju,” tutupnya. (adv/metroikn)












