Antisipasi Kebakaran Saat Sahur dan Berbuka, Damkar Samarinda Siaga 24 Jam

Samarinda27 Dilihat

Metroikn, Samarinda – Sirene meraung, kobaran api membumbung di antara rumah-rumah warga. Peristiwa kebakaran yang terjadi beberapa waktu lalu di Samarinda menjadi pengingat betapa cepat api melahap apa saja ketika lengah tak diantisipasi.

Memasuki Ramadan, kewaspadaan itu kembali diperketat. Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Samarinda menyiagakan 11 posko yang beroperasi 24 jam penuh. Penempatan personel dibagi dalam tiga regu di setiap posko agar respons terhadap laporan warga bisa dilakukan tanpa jeda.

“Sebelas posko kami siagakan di seluruh wilayah Samarinda dan dijaga selama 24 jam,” ujar Kepala Bidang Pemadaman dan Penyelamatan, Akhmad Suprianto, Senin (16/2).

Langkah ini bukan tanpa alasan. Ramadan identik dengan meningkatnya aktivitas memasak saat sahur dan berbuka. Data Disdamkarmat mencatat, pada Ramadan 2024 terjadi 23 kasus kebakaran. Angka itu turun menjadi 18 kasus pada Ramadan 2025. Meski tren menurun, potensi bahaya tetap tinggi.

Lebih dari 60 persen kebakaran dipicu korsleting listrik dan kelalaian penggunaan kompor gas. Stopkontak bertumpuk dan instalasi listrik lama menjadi sumber risiko yang kerap diabaikan.

“Penggunaan stopkontak bertumpuk sangat berisiko. Selain itu, pastikan regulator tabung elpiji dicek secara rutin sebelum Ramadan,” tegas Suprianto.

Ia menyarankan setiap rumah memiliki Alat Pemadam Api Ringan (APAR). Jika belum tersedia, karung basah dapat menjadi langkah darurat untuk memadamkan api kecil di dapur.

Senior Sukarelawan Kebakaran Samarinda, Teguh Setia Wardana, menambahkan bahwa faktor kelalaian manusia masih dominan. Kompor yang dibiarkan menyala usai sahur atau saat menyiapkan takjil sering menjadi pemicu.

“Relawan yang tersebar hingga tingkat RT menjadi mata dan telinga Disdamkarmat untuk patroli dan respons awal,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan warga memeriksa instalasi listrik rumah yang berusia lebih dari 15 tahun. Kabel yang menua rawan memicu korsleting. Menurutnya, memiliki alat pemadam portabel jauh lebih ringan dibanding menanggung kerugian akibat kebakaran.

Menjelang Tarawih atau sebelum beristirahat malam, warga diimbau memastikan kompor dan peralatan listrik dalam kondisi aman. Ramadan adalah bulan ibadah, dan kewaspadaan sederhana di rumah bisa mencegah bencana yang tak diinginkan.