Andi Harun Klarifikasi Polemik SUV Mewah: “Bukan Mobil Dinas Saya”

Samarinda40 Dilihat

Metroikn, Samarinda – Polemik soal kendaraan pejabat kembali memanas, kali ini menyasar Kota Samarinda setelah beredar informasi tentang sebuah Land Rover Defender yang dikaitkan dengan Wali Kota Samarinda. SUV premium ini memicu pertanyaan warganet karena harga yang bisa mencapai miliaran rupiah, menimbulkan spekulasi apakah kendaraan itu bagian dari mobil dinas kepala daerah.

Menanggapi isu ini, Wali Kota Samarinda Andi Harun memberikan klarifikasi tegas. Ia memastikan kendaraan yang ramai dibicarakan bukanlah mobil dinas yang melekat pada jabatannya.

“Secara administratif kendaraan dinas yang melekat pada jabatan wali kota hanya satu unit, yaitu sedan Camry yang sudah digunakan sejak masa kepemimpinan wali kota sebelumnya, Bapak Syahrie Jaang,” jelas Andi Harun.

Selain itu, pemerintah kota memang memiliki kendaraan operasional lain untuk menunjang kegiatan lapangan, salah satunya Hilux Double Cabin. Namun, Land Rover Defender yang menjadi sorotan bukan bagian dari mobil dinas kepala daerah.

“Land Rover Defender yang saat ini ramai dibicarakan bukan kendaraan dinas wali kota, melainkan kendaraan sewaan yang digunakan untuk pelayanan tamu VIP,” tegasnya.

Andi Harun mengakui bahwa dirinya pernah menggunakan kendaraan itu, tapi hanya dalam situasi tertentu, khususnya ketika lokasi yang dikunjungi tidak memungkinkan dilalui sedan.

“Dalam kondisi tertentu saya memang menggunakan kendaraan tersebut, khususnya ketika harus menuju lokasi yang tidak memungkinkan dilalui kendaraan sedan,” ungkapnya.

Land Rover Defender ini telah digunakan pemerintah kota sejak 2022 sebagai kendaraan operasional untuk menjemput dan mengantar pejabat negara atau tamu penting yang datang ke Samarinda. Penyewaan dilakukan karena saat itu pemerintah kota belum memiliki kendaraan khusus untuk tamu VIP.

“Pada saat itu pemerintah kota memang belum memiliki kendaraan yang secara khusus diperuntukkan bagi pelayanan tamu VIP, sehingga opsi penyewaan kendaraan dipilih untuk memenuhi kebutuhan tersebut,” jelasnya.

Andi Harun menilai polemik yang berkembang kurang tepat jika dikaitkan dengan isu kendaraan dinas.

“Pengadaan kendaraan sewaan ini sudah berlangsung sejak tahun 2022, sehingga tidak tepat jika dikaitkan dengan polemik yang baru muncul belakangan ini,” ujarnya.

Di akhir klarifikasi, Wali Kota menegaskan sekali lagi bahwa selama masa jabatannya tidak pernah ada pengadaan mobil dinas baru.

“Sejak saya menjabat sebagai Wali Kota Samarinda, tidak pernah ada pengadaan kendaraan dinas baru. Kendaraan yang ada merupakan kendaraan lama, sementara kendaraan untuk tamu VIP hanya berstatus sewa,” tegas Andi Harun.