Aksi Nyata Taruna TNI Polri, Ruang Kelas SD Kuala Simpang Dibersihkan dari Lumpur Banjir

TNI/POLRI26 Dilihat

metroikn, Aceh Tamiang – Lumpur masih menempel di lantai kelas, sisa banjir yang merendam SD Negeri 4 Kuala Simpang beberapa bulan lalu. Bau tanah basah bercampur debu memenuhi ruangan. Di tengah kondisi itu, puluhan taruna berseragam loreng dan cokelat tampak sibuk menyekop, menyapu, hingga mengepel lantai sekolah, Minggu 25 Januari 2026.

Mereka adalah peserta Latihan Integrasi Taruna Wreda Nusantara (Latsitardanus) ke-46, gabungan Taruna Akademi Kepolisian, Akademi Militer, Akademi Angkatan Udara, Akademi Angkatan Laut, serta Badan Siber dan Sandi Negara. Hari kedua kegiatan difokuskan pada pemulihan fasilitas pendidikan yang terdampak banjir di Kabupaten Aceh Tamiang.

Satu per satu ruang kelas dibersihkan dari timbunan lumpur tebal agar segera bisa digunakan kembali untuk belajar mengajar. Sekop dan sapu menjadi alat utama, sementara ember berisi air sabun dipakai untuk menghilangkan sisa kotoran yang mengeras di lantai.

Taruna Akpol, Sultan Rekha Alfarabbi Firdaus, mengatakan kondisi ruang kelas masih dipenuhi lumpur sehingga membutuhkan tenaga ekstra untuk membersihkannya.

“Hari ini kami fokus membersihkan sekolah dasar. Lumpur di dalam ruangan cukup tinggi, jadi kami sekop, kami sapu, lalu dipel supaya anak-anak bisa cepat kembali belajar,” ujarnya.

Upaya pembersihan itu bukan pekerjaan sehari. Taruna Akademi Angkatan Laut, Salsadila Rossa Firllyanti, menyebut tim sudah bekerja selama dua hari dengan hasil yang mulai terlihat.

“Beberapa kelas sudah bersih dan bisa dipakai. Tapi ada bangunan yang mulai rapuh, jadi perlu pembersihan dan penanganan lebih lanjut,” jelasnya.

Bagi para taruna, kegiatan ini bukan sekadar latihan lapangan, tetapi juga wujud kepedulian sosial. Mereka ingin kehadiran Latsitardanus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, khususnya anak-anak yang sempat kehilangan ruang belajar.

“Kami berharap bisa membantu pemulihan pascabencana, membangun kembali fasilitas umum, dan membuat kehidupan warga lebih baik,” kata Salsadila.

Harapan serupa disampaikan Sultan. Ia ingin sekolah segera kembali ramai oleh suara tawa siswa, sementara aktivitas warga berangsur normal.

“Semoga kerusakan cepat pulih, anak-anak bisa kembali bersekolah, toko-toko buka lagi, dan masyarakat bisa beraktivitas seperti biasa,” tutupnya.

Di balik seragam dan latihan kedisiplinan, hari itu para taruna hadir sebagai relawan, membersihkan lumpur demi satu tujuan sederhana, menghadirkan kembali ruang belajar yang layak bagi anak-anak Aceh Tamiang.