Akses Layanan Kesehatan Kaltim Makin Inklusif, JKN Capai Madya

KALTIM1194 Dilihat

MetroIkn, Samarinda – Cakupan kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) terus mengalami penguatan seiring kebijakan daerah yang konsisten memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat. Upaya tersebut menempatkan Kaltim pada kategori Madya dalam pencapaian Universal Health Coverage (UHC).

Capaian ini mencerminkan keberhasilan pemerintah daerah dalam memastikan perlindungan kesehatan menjangkau masyarakat lintas wilayah dan latar belakang sosial, sekaligus menekan kesenjangan akses layanan kesehatan di daerah.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur, Jaya Mualimin, menjelaskan bahwa kategori Madya menunjukkan meningkatnya kepesertaan aktif JKN serta membaiknya jangkauan layanan kesehatan dasar hingga rujukan.

Menurutnya, Kaltim menjadi salah satu dari 16 provinsi di Indonesia yang mencapai kategori tersebut dari total 38 provinsi.

“Ini menunjukkan bahwa akses layanan kesehatan bagi masyarakat semakin luas dan merata. JKN bukan hanya soal kepesertaan, tetapi tentang keberlanjutan perlindungan kesehatan,” ujarnya.

Ia menambahkan, perluasan cakupan JKN merupakan bagian dari strategi pembangunan sumber daya manusia di Kalimantan Timur. Pemerintah daerah secara berkelanjutan mendorong penguatan fasilitas layanan kesehatan, peningkatan kepesertaan aktif, serta optimalisasi sinergi pendanaan antara pemerintah daerah dan BPJS Kesehatan.

Pengakuan atas capaian UHC kategori Madya tersebut disampaikan dalam rangkaian UHC Awards JKN yang berlangsung di Jakarta, Selasa (27/1/2026).

Namun, Pemerintah Provinsi Kaltim menegaskan bahwa pencapaian ini bukan sekadar hasil penilaian kegiatan, melainkan buah dari kebijakan jangka panjang yang berorientasi pada pemenuhan hak dasar masyarakat.

Ke depan, Pemprov Kaltim berkomitmen terus meningkatkan kualitas dan pemerataan layanan kesehatan agar manfaat JKN dapat dirasakan secara optimal, sekaligus memperkuat ketahanan sistem kesehatan daerah dalam menghadapi tantangan sosial dan demografis.