Kebakaran di Kariangau, Sinergi Ditsamapta dan Brimob Polda Kaltim Cegah Api Meluas

METROPOLIS28 Dilihat

Metroikn, Balikpapan – Kebakaran yang melanda kawasan Jalan Sultan Hasanuddin RT 12, Kelurahan Kariangau, Kecamatan Balikpapan Barat, Senin (30/3/2026), berhasil dikendalikan berkat respons cepat aparat kepolisian. Sinergi antara Direktorat Samapta dan Satuan Brimob Polda Kalimantan Timur menjadi kunci dalam mencegah api meluas ke permukiman dan kawasan industri di sekitarnya.

Peristiwa ini dilaporkan terjadi sekitar pukul 12.51 WITA. Tidak lama setelah menerima laporan, personel Pammat Ditsamapta Polda Kaltim langsung bergerak menuju lokasi dan tiba pada pukul 13.33 WITA. Setibanya di lokasi, petugas segera melakukan pemadaman dan pendinginan untuk memastikan api tidak kembali menyala.

Di saat yang sama, satu Satuan Setingkat Regu (SSR) Tim Respon Bencana Batalyon C Pelopor Satbrimob Polda Kaltim yang dipimpin Brigpol Arif Suhendra, S.H., turut diterjunkan. Bersama tim pemadam kebakaran dan warga, mereka bahu-membahu melakukan evakuasi serta melokalisir api.

Akibat kebakaran tersebut, tiga unit toko milik warga dilaporkan hangus terbakar. Selain itu, dua unit sepeda motor juga mengalami kerusakan. Tiga warga terdampak yakni Muhammad Nur (59), Abdul Wahid (40), dan Askar (30), dengan total 11 jiwa. Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian ini.

Direktur Samapta Polda Kaltim, Kombes Pol Agus Fajaruddin, S.I.K., menegaskan kehadiran personel merupakan bentuk kesiapsiagaan Polri dalam situasi darurat. “Personel Samapta selalu siap, hadir, dan bermanfaat dalam setiap situasi, termasuk penanganan bencana. Respons cepat ini diharapkan mampu meminimalisir dampak yang ditimbulkan,” ujarnya.

Kabagops Satbrimob Polda Kaltim, AKP Nugroho Widihyanto, menambahkan bahwa pengerahan tim merupakan langkah cepat sesuai prosedur dalam kondisi darurat. Fokus utama di lapangan adalah keselamatan warga serta pengamanan aset.

Sementara itu, Dansat Brimob Polda Kaltim, Kombes Pol Andy Rifai, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa kecepatan respons menjadi kunci dalam penanganan bencana. “Kecepatan respons menjadi kunci dalam meminimalisir dampak bencana. Negara harus hadir di tengah masyarakat yang membutuhkan,” tegasnya.

Saat ini, lokasi kebakaran telah dipasangi garis polisi untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut. Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama di kawasan permukiman dan tempat usaha.