120 Ton Sampah Berhasil Dipangkas, Sekolah Didorong Jadi Titik Kendali Baru di Balikpapan

Metroikn, Balikpapan – Penanganan sampah di Kota Balikpapan mulai menunjukkan perubahan pada sisi pengurangan volume. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mencatat sekitar 120 ton sampah per hari berhasil ditekan sebelum masuk ke tempat pembuangan akhir (TPA).

Pengurangan tersebut berasal dari pengolahan di sejumlah fasilitas seperti Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST), Intermediate Treatment Facility (ITF), dan Material Recovery Facility (MRF), serta kontribusi masyarakat.

Meski begitu, volume sampah yang dihasilkan kota masih mencapai sekitar 550 ton per hari. Artinya, sebagian besar sampah masih berakhir di TPA, dengan kisaran 380 hingga 400 ton per hari.

Kondisi ini mendorong pemerintah kota menggeser pendekatan penanganan, tidak hanya di hilir melalui pengolahan, tetapi juga di hulu dengan menekan produksi sejak sumbernya.

Salah satu langkah yang ditempuh adalah menjadikan sekolah sebagai titik kendali baru dalam pengelolaan sampah.

Sekitar 600 sekolah tingkat SD hingga SMP/MTs dilibatkan dalam program edukasi yang dijalankan DLH bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud). Program ini berfokus pada pembiasaan memilah dan mengurangi sampah sejak dari lingkungan sekolah.

Kepala DLH Balikpapan, Sudirman Djayaleksana, menyebut pendekatan ini dilakukan untuk memperluas jangkauan pengurangan sampah hingga ke tingkat rumah tangga.

“Kalau dari sumber tidak dikelola, beban TPA akan terus bertambah,” ujarnya, Kamis (26/3/2026).

Melalui sosialisasi yang telah dilakukan, siswa dikenalkan pada pengelolaan sampah secara langsung, mulai dari pemilahan hingga pengurangan. Sekolah dipilih karena dinilai memiliki peran dalam membentuk kebiasaan yang berkelanjutan.

Dengan jumlah ratusan sekolah yang terlibat, program ini diharapkan tidak hanya berdampak pada lingkungan pendidikan, tetapi juga memicu perubahan pola di tingkat keluarga.

Saat ini, upaya pengurangan masih bertumpu pada fasilitas pengolahan. Namun ke depan, pemerintah kota menargetkan penanganan sampah dapat lebih banyak dikendalikan dari sumber, seiring dengan meningkatnya keterlibatan sekolah dan masyarakat.