Tahun 2026, BI Fokus Kembangkan UMKM, Ekonomi Syariah, dan QRIS di Balikpapan

EKOBIS1351 Dilihat

Metroikn, Balikpapan – Pertumbuhan ekonomi yang inklusif menjadi salah satu prioritas utama Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan Balikpapan. Tahun 2026, BI terus mendorong pengembangan ekonomi syariah, ekosistem halal, dan penguatan UMKM berbasis pesantren agar bisa lebih mandiri dan berdaya saing.

“Kami fokus tidak hanya pada stabilitas ekonomi, tapi juga memastikan manfaat ekonomi sampai ke masyarakat luas. UMKM dan pesantren harus bisa berkembang, baik secara kapasitas maupun akses pasar, termasuk pembiayaan syariah,” jelas Kepala BI Balikpapan, Robi Ariadi.

Dalam program ini, BI memfasilitasi berbagai hal, mulai dari perolehan sertifikasi halal, pengembangan ekonomi wakaf digital, hingga bisnis matching dengan perbankan syariah. Semua ini bertujuan agar UMKM dan pesantren punya modal dan dukungan untuk mengelola usaha secara profesional.

Selain itu, BI Balikpapan mendorong perluasan elektronifikasi transaksi pemerintah daerah melalui Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD). Fokusnya meliputi sektor strategis seperti pasar, parkir, dan transportasi terpilih untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD). BI juga mengadakan pelatihan SDM, monitoring, serta edukasi QRIS untuk masyarakat agar transaksi digital semakin meluas. Program SEMARAK QRIS pun terus digelar untuk memperkuat ekosistem keuangan digital, termasuk kompetisi inovasi dan akuisisi merchant QRIS.

Tak kalah penting, penyediaan uang layak edar bagi masyarakat juga terus dioptimalkan. Program Semarak Rupiah Ramadhan dan Berkah Idul Fitri (SERAMBI) memfasilitasi penukaran uang melalui loket perbankan, kas keliling, hingga kas keliling susur pantai dengan dukungan TNI AL. Layanan ini juga mengintegrasikan mekanisme Cash dan Non-Cash (QRIS) agar lebih fleksibel bagi masyarakat.

Selain itu, BI juga mengadakan program edukasi keuangan BERLIAN (Belajar Rupiah di Lingkungan Kelurahan). Program ini melibatkan duta muda, guru, dan komunitas untuk mengenalkan literasi uang rupiah melalui kompetisi dan pelatihan yang menyenangkan.

“Dengan kombinasi pengembangan ekonomi syariah, digitalisasi transaksi, dan literasi keuangan, kami berharap ekonomi daerah semakin inklusif dan masyarakat lebih siap menghadapi tantangan ekonomi modern,” tutup Robi.