BI Balikpapan Dorong UMKM Kaltim Tembus Pasar Internasional

EKOBIS1103 Dilihat

Metroikn, Balikpapan – Bank Indonesia (BI) Balikpapan terus mendorong UMKM lokal untuk naik kelas dan menembus pasar internasional melalui Program Export Kaltimpreneur. Kepala BI Balikpapan, Robi Ariadi, menjelaskan strategi pendampingan yang dilakukan lembaganya dalam sesi Bincang Media, Kamis (29/1/2026).

“Kami membangun kapasitas UMKM dari hulu ke hilir, mulai dari produksi, pewarnaan, desain, hingga pemasaran. Program Export Kaltimpreneur ini dirancang agar produk lokal siap bersaing di pasar ekspor,” ujar Robi.

Salah satu contoh sukses adalah Del Coffee, perusahaan kopi yang mengambil bahan baku dari luar Kalimantan, melakukan proses roasting di Balikpapan, dan mengekspor produknya. “Del Coffee menarik karena konsep hilirisasi. Meskipun Balikpapan bukan penghasil kopi, mereka ambil kopi dari Sulawesi, roasting di sini, lalu dijual lokal maupun ekspor. Setiap bulan bisa 50 kg, dan tahun lalu produknya kami bawa ke Denmark,” jelas Robi.

Selain kopi, beberapa UMKM juga mulai menembus pasar internasional, seperti Wedang Daya, minuman berbahan lokal yang telah hadir di Singapura dan Malaysia, serta Kabau Timur, produsen keripik khas Kalimantan Timur.

Kemarin, beberapa UMKM ikut Kreatekspor Expo Indonesia (TEI), pameran yang diinisiasi oleh Kementerian Perdagangan. “Di situ beberapa UMKM kami sudah punya komitmen dengan beberapa buyer. Tahun ini, kami akan memfasilitasi agar komitmen itu menjadi transaksi nyata,” tambah Robi.

Selain itu, BI juga bekerja sama dengan Export Center untuk business pitching di Canberra, Australia, diikuti enam UMKM. Robi menjelaskan, pengalaman ini memberikan gambaran profil pasar Australia. “Di sana, produk minimal harus berusia satu tahun karena distribusi ke konsumen memerlukan waktu sekitar tiga bulan. Selain itu, semua label makanan harus menggunakan bahasa Inggris. Ini jadi tantangan sekaligus pembelajaran kapasitas bagi UMKM,” ujarnya.

Untuk mengatasi keterbatasan kapasitas produksi, BI membangun sistem agregator, di mana beberapa perajin menyetor produknya ke satu pusat agar bisa diekspor bersama. Metode ini memastikan kualitas tetap terjaga dan volume ekspor meningkat.

Robi menekankan, “Selain akses pasar, kami terbuka untuk mitra baru, baik lokal maupun internasional. Tujuannya agar UMKM semakin siap bersaing, dan manfaatnya benar-benar sampai ke masyarakat.”

Dengan langkah-langkah ini, BI Balikpapan menargetkan lebih banyak UMKM naik kelas, menembus pasar ekspor, dan tetap mendukung keberlanjutan ekonomi lokal.