Perahu Ketinting Tertabrak Kapal LCT di Sungai Belayan, Basarnas Terus Lakukan Pencarian Satu Orang Hilang

Kukar7 Dilihat

metroikn, KUKAR – Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Balikpapan melakukan operasi pencarian terhadap korban kecelakaan kapal yang terjadi di perairan Sungai Belayan, Desa Long Beleh Modang, Kecamatan Kembang Janggut, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

Kecelakaan tersebut melibatkan sebuah perahu ketinting yang tertabrak kapal Landing Craft Tank (LCT). Insiden ini mengakibatkan dua orang menjadi korban. Satu korban atas nama Ilan (21) berhasil selamat, sementara satu korban lainnya, Arani (58), warga Muara Penon RT 002, hingga kini dinyatakan hilang dan dalam proses pencarian.

Tim Rescue Basarnas Balikpapan tiba di lokasi kejadian pada Selasa siang dan langsung berkoordinasi dengan unsur potensi SAR setempat. Upaya pencarian dilakukan dengan menyisir alur Sungai Belayan sejauh kurang lebih tiga kilometer dari titik kejadian menggunakan rubber boat.

Namun hingga sore hari, korban belum berhasil ditemukan. Dengan mempertimbangkan faktor keselamatan personel, operasi pencarian sementara dihentikan dan tim SAR gabungan mendirikan posko di Dermaga Penyeberangan Desa Pulau Pinang. Pencarian dijadwalkan kembali dilanjutkan.

Komandan Tim SAR, Nur Ngalim, menyampaikan bahwa pencarian menghadapi sejumlah kendala di lapangan. Arus sungai yang cukup kuat, akses menuju lokasi yang terhambat akibat banjir, serta potensi ancaman binatang buas seperti buaya menjadi tantangan dalam pelaksanaan operasi SAR.

“Selain arus sungai yang deras, lokasi pencarian cukup sulit dijangkau dan terdapat potensi ancaman satwa liar seperti buaya,” ujarnya.

Operasi SAR melibatkan berbagai unsur, di antaranya Basarnas Balikpapan, Satpolairud Polres Kutai Kartanegara, BPBD Kutai Kartanegara, TNI-Polri, pemerintah kecamatan, relawan, ERT PT Bayan Resources, relawan gabungan, serta masyarakat setempat. Selama proses pencarian berlangsung, kondisi cuaca dilaporkan berawan.

Pihak Basarnas mengimbau masyarakat yang beraktivitas di sekitar Sungai Belayan untuk meningkatkan kewaspadaan serta segera melapor apabila menemukan tanda-tanda keberadaan korban.