Samarinda — Hingga awal Januari 2026, peresmian Pasar Pagi Samarinda masih belum terealisasi meski sebelumnya ditargetkan berlangsung pada akhir tahun. Selain persoalan tempias air hujan yang sempat dikeluhkan pedagang, keterbatasan ruang parkir di gedung pasar berkonsep semi modern tersebut kini menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Samarinda.
Berdasarkan perencanaan yang ada, seluruh fasilitas parkir Pasar Pagi hanya disediakan di area basement dengan daya tampung sekitar 814 kendaraan, terdiri dari 105 unit mobil dan 709 sepeda motor. Sementara itu, jumlah pedagang yang akan menempati gedung tersebut diperkirakan mencapai sekitar 2.500 orang, sesuai data awal Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Samarinda pada 2023.
Meski pendataan pedagang masih terus diperbarui, kapasitas parkir yang tersedia dinilai belum sebanding dengan potensi jumlah kendaraan yang akan masuk. Kondisi ini dikhawatirkan memicu kepadatan hingga meluber ke luar area gedung jika tidak diantisipasi sejak awal.
Persoalan tersebut saat ini tengah dibahas secara intensif oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Samarinda bersama Direktorat Lalu Lintas.
Pemerintah kota didorong untuk menyiapkan skema parkir khusus agar tidak seluruh kendaraan diarahkan ke basement Pasar Pagi.
Kepala Dishub Kota Samarinda, Hotmarulitua Manalu, mengatakan bahwa ke depan pengelolaan parkir akan ditangani oleh operator khusus yang mengatur kendaraan pedagang maupun pengunjung.
Di tengah keterbatasan kapasitas, Dishub juga mengimbau masyarakat agar tidak membawa kendaraan pribadi ke dalam area pasar. Pengunjung disarankan menggunakan sistem antar-jemput atau drop off.
“Kami mendorong agar pengunjung bisa diantar oleh keluarga atau kerabat, sehingga tidak semua kendaraan harus masuk ke area parkir,” ujar Manalu.
Sementara itu, kendaraan yang tetap memanfaatkan fasilitas parkir basement akan dikenakan tarif parkir progresif atau maksimal. Skema ini diterapkan untuk menyesuaikan biaya parkir dengan durasi kendaraan berada di dalam gedung.
Langkah tersebut diharapkan dapat menekan potensi parkir liar di badan jalan yang berisiko mengganggu kelancaran arus lalu lintas di sekitar Pasar Pagi Samarinda.
Selain pengaturan parkir, Dishub juga menyiapkan rekayasa lalu lintas saat pasar mulai beroperasi. Akses masuk kendaraan direncanakan melalui Jalan Galunggung, sedangkan jalur keluar diarahkan ke Jalan Gajah Mada.
“Untuk kendaraan roda empat dan angkutan barang akan keluar melalui Jalan Gajah Mada, sementara roda dua diarahkan ke Jalan Jenderal Sudirman,” pungkas Manalu.












