Desain Gedung Pasar Pagi Samarinda Jadi Sorotan, Kios Pedagang Keluhkan Tempias Air saat Hujan

Samarinda2 Dilihat

metroikn, SAMARINDA — Bangunan baru Pasar Pagi Samarinda di Jalan Gajah Mada kembali menjadi sorotan publik meski belum sepenuhnya difungsikan. Hujan deras yang disertai angin kencang pada Sabtu (3/1/2026) menyebabkan air hujan masuk ke sejumlah kios di lantai enam, khususnya pada sisi kanan gedung.

Peristiwa tersebut memicu keluhan dari calon pedagang yang akan menempati area tersebut. Air hujan dilaporkan masuk akibat tempias yang terdorong angin, mengingat posisi bangunan yang relatif terbuka dan belum memiliki pelindung tambahan di sisi tertentu.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Samarinda, Desy Damayanti, membenarkan kejadian tersebut. Ia menjelaskan bahwa desain awal bangunan belum sepenuhnya mengantisipasi kondisi cuaca ekstrem, terutama hujan dengan dorongan angin berkecepatan tinggi.

“Dalam perencanaan awal, kami belum menghitung skenario hujan yang disertai angin besar,” ujar Desy.

Menurutnya, sisi kanan gedung Pasar Pagi yang menghadap ke Jalan Pandai tidak memiliki bangunan penghalang, sehingga angin leluasa mendorong air hujan masuk ke area kios. Sementara itu, sisi kiri gedung relatif lebih terlindungi karena terdapat bangunan lain di sekitarnya.

Kondisi tersebut, lanjut Desy, akan menjadi bahan evaluasi teknis bagi Pemerintah Kota Samarinda. Salah satu opsi yang tengah dikaji adalah pemasangan kanopi atau atap tambahan untuk meminimalkan tempias air hujan.

Namun, rencana itu harus melalui pertimbangan matang. Selain menjaga fungsi bangunan, Pemkot juga memperhatikan aspek estetika karena Pasar Pagi Samarinda dirancang sebagai ikon baru kota.

“Kalau hanya dipasang di satu sisi, tampilan gedung bisa tidak seimbang. Karena itu, kami akan membahasnya bersama TAPD dan Wali Kota,” jelasnya.

Ia menambahkan, pemasangan kanopi di kedua sisi bangunan juga tidak mudah dilakukan karena berpotensi menimbulkan persoalan sosial, termasuk limpasan air hujan ke bangunan warga dan terganggunya pencahayaan alami.

Pemerintah Kota Samarinda memastikan akan melakukan kajian lanjutan untuk menentukan solusi paling tepat sebelum Pasar Pagi Samarinda dioperasikan secara penuh.