metroikn, PENAJAM – Inflasi Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) sepanjang tahun 2025 tercatat tetap terkendali dan berada di bawah inflasi nasional. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), IHK Kabupaten PPU pada Desember 2025 mengalami inflasi sebesar 0,41 persen secara bulanan (mtm).
Secara kumulatif, inflasi Kabupaten PPU sepanjang Januari–Desember 2025 tercatat sebesar 2,08 persen secara tahun kalender maupun tahunan (yoy). Angka ini lebih rendah dibandingkan inflasi nasional sebesar 2,92 persen (yoy) serta gabungan empat kota di Kalimantan Timur yang sebesar 2,68 persen (yoy). Realisasi tersebut masih berada dalam sasaran inflasi nasional 2025.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan, Robi Ariadi, menyampaikan bahwa capaian inflasi PPU mencerminkan keberhasilan pengelolaan inflasi daerah di tengah berbagai tantangan pasokan pangan.
“Inflasi Kabupaten PPU pada tahun 2025 terjaga dengan baik dan berada di level yang relatif rendah. Ini menunjukkan sinergi TPID yang efektif dalam menjaga stabilitas harga di daerah,” ujar Robi.
Tekanan inflasi di PPU pada Desember 2025 terutama bersumber dari kelompok makanan, minuman, dan tembakau dengan andil sebesar 0,38 persen (mtm). Komoditas utama penyumbang inflasi antara lain daging ayam ras, cabai rawit, bawang merah, cabai merah, dan ikan layang.
Kenaikan harga komoditas tersebut dipengaruhi menurunnya pasokan dari daerah sentra produksi akibat curah hujan tinggi serta gelombang laut yang memengaruhi hasil tangkapan nelayan, di tengah meningkatnya permintaan menjelang HBKN Nataru 2025–2026.
Sementara itu, deflasi di Kabupaten PPU ditopang oleh penurunan harga sejumlah komoditas seperti beras, tomat, kacang panjang, buncis, dan bayam. Peningkatan stok dan pasokan dari Jawa dan Sulawesi menjadi faktor utama penurunan harga tersebut.
Robi Ariadi juga mengingatkan adanya sejumlah risiko ke depan yang perlu diantisipasi, termasuk puncak musim hujan, potensi banjir, serta peningkatan permintaan menjelang Ramadan dan Idulfitri 2026.
“Ke depan, Bank Indonesia bersama TPID akan terus memperkuat langkah pengendalian inflasi, mulai dari pemantauan harga, penguatan pasokan, hingga operasi pasar, agar inflasi daerah tetap berada dalam sasaran nasional,” pungkasnya.
Jika Anda ingin, saya bisa ringkaskan masing-masing berita menjadi versi superlead 1 paragraf, atau disiapkan versi rilis resmi BI + versi media agar lebih fleksibel dipakai.












