Gaungkan Politik Lingkungan, Ananda Emira Moeis Tanam Harapan Lewat Ribuan Bibit di Sempaja Utara

KALTIM7 Dilihat

metroikn, SAMARINDA — Aksi politik lingkungan tak selalu hadir dalam bentuk pidato panjang atau wacana besar. Di Kelurahan Sempaja Utara, Kecamatan Samarinda Utara, gagasan itu diwujudkan secara konkret oleh Wakil Ketua DPRD Kalimantan Timur, Ananda Emira Moeis, melalui pembagian dan penanaman ribuan bibit pohon bersama warga.

Lewat gerakan bertajuk Merawat Pertiwi: Hijaukan Pertiwi, Tumbuhkan Sejuta Harapan, Ananda turun langsung ke lingkungan warga, menyapa, berdialog, sekaligus menanam bibit pohon buah di sejumlah RT, salah satunya RT 05. Sekitar 15 ribu bibit dibagikan di wilayah yang dikenal memiliki tradisi bertani dan berkebun tersebut.

Bagi Ananda, kegiatan ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bagian dari upaya membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya merawat bumi secara berkelanjutan.

Gerakan ini, kata dia, berangkat dari arahan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri, yang menekankan bahwa lingkungan hidup adalah warisan bagi generasi mendatang.

“Di Kelurahan Sempaja Utara ini kurang lebih ada sekitar 15 ribu bibit yang kita bagikan. Kita kolaborasi dengan Pak RT, Ibu Lurah, dan tentu saja warga,” ujar Ananda di sela kegiatan.

Ia mengaku antusiasme masyarakat menjadi energi tersendiri. Banyak warga yang sudah terbiasa berkebun bahkan berharap kegiatan serupa dapat dilanjutkan dengan jumlah bibit yang lebih besar.

“Tadi ada warga yang menyampaikan kalau masih kurang. Mudah-mudahan ke depan bisa kita tambah lagi,” katanya.

Namun, bagi Ananda, menanam pohon bukan pekerjaan instan. Ia menekankan pentingnya komitmen merawat hingga tanaman tersebut tumbuh dan berbuah, agar manfaatnya benar-benar dirasakan.

“Saya berharap tanaman ini dijaga sampai besar dan berbuah. Manfaatnya bukan hanya untuk kita hari ini, tapi juga untuk lingkungan dan generasi berikutnya,” ucapnya.

Ia juga mengingatkan pesan Megawati Soekarnoputri tentang tanggung jawab manusia terhadap alam. Bahwa pembangunan dan kehidupan tidak boleh hanya berorientasi pada kepentingan sesaat.

“Kita hidup tidak hanya untuk diri sendiri, tapi juga untuk anak cucu dan lingkungan kita,” lanjut Ananda.

Menurutnya, satu pohon memiliki makna strategis: menghasilkan oksigen, menjaga keseimbangan ekosistem, sekaligus berpotensi memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat jika dikelola dengan baik.

“Ditaman di pekarangan atau area hijau tidak masalah. Yang penting dijaga. Kalau bisa, selain untuk lingkungan, juga memberi nilai ekonomi bagi warga,” tuturnya.

Kegiatan ini mendapat apresiasi dari warga setempat. Ketua RT 05 Kelurahan Sempaja Utara, Edi Siswanto, menyebut bantuan bibit tersebut sangat dibutuhkan masyarakat.

“Terima kasih kepada Bu Ananda dan PDI Perjuangan. Ini sangat bermanfaat. Kalau nanti sudah berbuah, hasilnya tentu bisa dinikmati bersama,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Suci, Kasi Ekonomi dan Pembangunan Kelurahan Sempaja Utara.

Ia menilai program ini sejalan dengan karakter wilayah yang mayoritas warganya bergantung pada sektor pertanian dan perkebunan.

“Manfaatnya besar, baik untuk konsumsi, kesehatan, maupun ekonomi warga. Semoga bisa dirawat sampai berbuah,” katanya.

Di balik aksi penanaman bibit ini, tersimpan pesan politik yang lebih luas. PDI Perjuangan, melalui kader-kadernya, tengah mendorong politik lingkungan sebagai bagian dari agenda pembangunan. Isu ini kian relevan di tengah maraknya bencana alam seperti banjir dan longsor di berbagai daerah di Indonesia.

Di Sempaja Utara, jawaban atas persoalan besar itu dimulai dari langkah sederhana: menanam pohon, merawat bumi, dan menumbuhkan harapan bersama masyarakat.