metroikn, SAMARINDA — Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemrov Kaltim) kembali menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak banjir di Pulau Sumatera melalui program Kaltim Peduli Bencana.
Bantuan lanjutan senilai Rp5,78 miliar tersebut akan disalurkan ke tiga provinsi, yakni Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara.
Bantuan tersebut dihimpun dari donasi masyarakat dan berbagai elemen non-pemerintah yang terkumpul sepanjang Desember 2025, tanpa menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kalimantan Timur.
Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setdaprov Kaltim, Dasmiah, menjelaskan bahwa dana yang akan dikirim merupakan hasil penggalangan publik yang dikombinasikan dengan sisa saldo bantuan sebelumnya.
“Dana ini sepenuhnya berasal dari partisipasi masyarakat, organisasi, dunia usaha, dan ASN. Tidak ada penggunaan anggaran daerah dalam penyaluran bantuan lanjutan ini,” ujar Dasmiah, Jumat (2/1/2026).
Berdasarkan hasil pemetaan dampak bencana, Provinsi Aceh menjadi wilayah dengan tingkat kerusakan paling tinggi.
Salah satu daerah yang kembali terdampak adalah Kabupaten Pidie Jaya, yang pada 24 Desember 2025 mengalami banjir susulan hingga merendam belasan desa.
Untuk Aceh, total bantuan yang disiapkan mencapai sekitar Rp1,8 miliar. Alokasi tersebut mencakup bantuan tunai sebesar Rp1 miliar bagi Kabupaten Pidie Jaya, serta bantuan logistik senilai kurang lebih Rp700 juta yang diperuntukkan bagi kebutuhan darurat masyarakat terdampak.
“Mitigasi dan laporan lapangan menunjukkan Aceh masih membutuhkan dukungan paling besar, sehingga alokasinya kami prioritaskan,” kata Dasmiah.
Sementara itu, Provinsi Sumatera Barat dan Sumatera Utara masing-masing menerima bantuan senilai Rp1 miliar. Dana tersebut akan digunakan untuk mendukung proses pemulihan pascabencana, termasuk kebutuhan dasar dan penanganan darurat di wilayah terdampak.
Program penggalangan dana Kaltim Peduli Bencana dilaksanakan berdasarkan Surat Edaran Gubernur Kalimantan Timur Nomor 400.9.1/4745/B.KESRA-I/2025. Pengumpulan donasi dibuka sejak 9 hingga 30 Desember 2025 dan melibatkan berbagai pihak, mulai dari perangkat daerah, BUMD, perusahaan swasta, organisasi kemasyarakatan, hingga masyarakat umum.
Partisipasi juga datang dari sektor usaha seperti pertambangan, perkebunan, dan kehutanan yang turut berkontribusi melalui program tanggung jawab sosial perusahaan.
Rencananya, bantuan tersebut akan diserahkan langsung oleh Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud kepada Gubernur Aceh Muzakir Manaf pada Jumat (2/1/2026), sebelum didistribusikan ke wilayah terdampak, khususnya Kabupaten Pidie Jaya.
“Semoga bantuan ini benar-benar membantu meringankan beban masyarakat dan menjadi wujud nyata solidaritas antardaerah,” pungkas Dasmiah.
Sebagai catatan, sebelumnya Pemprov Kaltim juga telah menyalurkan bantuan darurat senilai Rp7,5 miliar melalui Belanja Tidak Terduga (BTT) APBD Kaltim kepada tiga provinsi di Sumatera pada awal Desember 2025.












