metroikn, BALIKPAPAN – Peredaran narkoba masih menjadi tantangan serius di Kota Balikpapan sepanjang 2025. Data Polresta Balikpapan mencatat sebanyak 339 kasus narkoba terjadi selama tahun ini. Dari jumlah tersebut, 204 kasus berhasil diungkap, atau sekitar 60 persen, menunjukkan bahwa tekanan terhadap jaringan narkoba masih tinggi meski upaya penindakan terus ditingkatkan.
Kapolresta Balikpapan Kombes Pol Anton Firmanto menegaskan, capaian pengungkapan tersebut tidak terlepas dari peran aktif masyarakat yang berani melaporkan aktivitas mencurigakan di lingkungannya.
“Informasi dari masyarakat sangat membantu kami memutus mata rantai peredaran narkoba. Tanpa dukungan warga, upaya kami tentu tidak akan seefektif ini,” ujar Anton.
Menurutnya, karakter peredaran narkoba di Balikpapan menuntut strategi yang tidak hanya mengandalkan penindakan, tetapi juga pencegahan. Karena itu, Polresta Balikpapan memfokuskan operasi di wilayah barat kota yang dinilai rawan, dengan melibatkan Badan Narkotika Nasional (BNN), Badan Narkotika Kota (BNK), serta pemerintah daerah.
“Kami tidak hanya menangkap pelaku. Pencegahan dan edukasi juga kami lakukan, terutama kepada pelajar dan generasi muda, agar mereka tidak menjadi korban maupun bagian dari jaringan narkoba,” kata Anton.
Ia menekankan bahwa narkoba bukan semata persoalan hukum, melainkan persoalan sosial yang berdampak langsung pada masa depan generasi muda dan keamanan lingkungan.
“Peredaran narkoba bukan hanya masalah hukum, tapi juga masalah sosial. Kami ingin generasi muda Balikpapan tetap sehat, produktif, dan tidak kehilangan masa depan karena narkoba,” tegasnya.
Untuk menekan peredaran barang haram tersebut, Polresta Balikpapan juga rutin menggelar razia dan patroli, terutama menjelang momen rawan seperti akhir tahun dan libur panjang. Langkah ini dilakukan untuk mempersempit ruang gerak pelaku sekaligus mencegah meningkatnya peredaran narkoba saat aktivitas masyarakat meningkat.
Anton kembali menekankan pentingnya keterlibatan publik dalam upaya pemberantasan narkoba. Ia menilai, sekecil apa pun informasi dari warga dapat menjadi pintu masuk pengungkapan jaringan yang lebih besar.
“Kami berharap masyarakat terus bersinergi dengan kepolisian. Setiap laporan, sekecil apa pun, bisa menjadi titik awal untuk memutus rantai peredaran narkoba di Balikpapan,” ujarnya.
Dengan kombinasi penindakan, pencegahan, dan partisipasi masyarakat, Polresta Balikpapan optimistis peredaran narkoba dapat ditekan secara bertahap. Namun, kepolisian mengingatkan bahwa perang melawan narkoba bukan hanya tugas aparat, melainkan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.












