Cuaca Ekstrem Masih Mengintai Samarinda Hingga Akhir Tahun, BPBD Tingkatkan Kesiapsiagaan

metroikn, SAMARINDA — Potensi cuaca ekstrem di Kota Samarinda diperkirakan masih tinggi hingga akhir Desember 2025. Hujan lebat dengan intensitas tinggi berpeluang terjadi hingga 30 Desember dan berisiko memicu banjir serta tanah longsor, terutama di wilayah yang selama ini tergolong rawan bencana.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Samarinda, Suwarso, mengatakan kondisi tersebut mengacu pada prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang mencatat curah hujan harian berkisar antara 75 hingga 100 milimeter.

“Curah hujan dengan intensitas tinggi ini berpotensi terjadi di sejumlah wilayah yang rawan banjir dan longsor,” ujar Suwarso.

Mengantisipasi dampak cuaca ekstrem, BPBD Kota Samarinda meningkatkan kesiapsiagaan dengan melibatkan unsur internal BPBD, relawan kebencanaan, serta Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB). Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan respons cepat apabila terjadi bencana hidrometeorologi.

Selain bersiaga secara internal, BPBD Samarinda juga terlibat langsung dalam pos-pos pelayanan lintas sektor guna mempercepat koordinasi dan penanganan darurat di lapangan.

“BPBD tidak hanya siaga mandiri, tetapi juga ikut terlibat di pos pelayanan lintas sektor agar penanganan darurat bisa lebih cepat dan terkoordinasi,” jelasnya.

Di tingkat wilayah, BPBD Samarinda turut memperkuat kesiapan kelurahan tangguh bencana dengan membekali peralatan penanganan dini. Upaya ini diharapkan mampu mempercepat respons awal ketika terjadi banjir maupun longsor.

Untuk menghadapi potensi longsor, BPBD Samarinda juga menyiagakan tiga unit alat berat jenis ekskavator yang siap dikerahkan sesuai kebutuhan di lapangan.

BPBD mengimbau masyarakat, khususnya warga yang bermukim di daerah rawan banjir dan longsor, agar tetap waspada, memantau informasi cuaca, serta segera mencari tempat aman apabila hujan deras disertai angin kencang berlangsung dalam durasi lama.

“Keselamatan warga menjadi prioritas. Kami mengimbau masyarakat agar tidak lengah dan segera melakukan langkah antisipasi,” pungkas Suwarso.