Hari Ibu Ke-97, Pemprov Kaltim Dorong Peran Perempuan dalam Pembangunan Daerah

KALTIM12 Dilihat

metroikn, SAMARINDA — Peringatan Hari Ibu ke-97 di Kalimantan Timur dimanfaatkan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur sebagai momentum untuk menegaskan pentingnya peran perempuan dalam pembangunan daerah. Agenda ini tidak hanya diposisikan sebagai kegiatan peringatan tahunan, tetapi juga sebagai ruang refleksi terhadap sejauh mana keterlibatan perempuan telah terakomodasi dalam berbagai sektor kehidupan.

Kegiatan puncak peringatan digelar di Ruang Ruhui Rahayu, Kantor Gubernur Kalimantan Timur, Selasa (26/12/2025). Dalam forum tersebut, pemerintah daerah menyoroti peran organisasi sebagai sarana strategis dalam mendorong peningkatan kapasitas, jejaring, dan partisipasi perempuan di ruang publik.

Sekretaris Daerah Kalimantan Timur, Sri Wahyuni, menilai bahwa peringatan Hari Ibu perlu dimaknai secara lebih substantif. Menurutnya, perempuan memiliki potensi dan kapasitas yang setara untuk berkontribusi dalam pembangunan, baik di tingkat sosial, ekonomi, maupun pemerintahan.

Ia menyebutkan bahwa keterlibatan perempuan dalam organisasi, baik formal maupun berbasis komunitas, menjadi salah satu pintu masuk penting dalam proses pemberdayaan. Melalui organisasi, perempuan dapat mengasah kepemimpinan, membangun kepercayaan diri, serta meningkatkan peran dalam pengambilan keputusan.

Di sisi lain, Sekretaris Daerah juga mengakui bahwa tantangan ketimpangan gender masih menjadi pekerjaan rumah di berbagai daerah. Oleh karena itu, upaya mendorong partisipasi perempuan dinilai perlu dilakukan secara berkelanjutan dan terintegrasi dalam kebijakan pembangunan.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kalimantan Timur, Noryani Sorayalita, menjelaskan bahwa peringatan Hari Ibu ke-97 mengusung tema “Perempuan Berdaya dan Berkarya Menuju Indonesia Emas 2045”. Tema tersebut mencerminkan arah pembangunan nasional yang menempatkan perempuan sebagai aktor penting dalam perubahan sosial dan ekonomi.

Ia menjelaskan, konsep perempuan berdaya tidak hanya berkaitan dengan kemandirian ekonomi, tetapi juga kemampuan menentukan pilihan hidup serta keterlibatan dalam pengambilan keputusan. Adapun perempuan berkarya dimaknai sebagai individu yang mampu menyalurkan potensi, kreativitas, dan inovasi secara produktif.

Menurutnya, ketika perempuan memperoleh ruang yang setara untuk berkembang, dampaknya tidak hanya dirasakan secara personal, tetapi juga berpengaruh terhadap kualitas keluarga dan masyarakat secara luas.

Melalui peringatan Hari Ibu ke-97 ini, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menegaskan komitmennya untuk terus mendorong kebijakan dan program yang memperkuat peran perempuan dalam pembangunan daerah. Pemerintah berharap isu pemberdayaan perempuan tidak berhenti pada momentum peringatan, tetapi menjadi bagian dari agenda pembangunan jangka panjang menuju Indonesia Emas 2045.