metroikn, SAMARINDA – Penyakit Tuberkulosis (TB) masih menjadi ancaman serius bagi masyarakat Kalimantan Timur (Kaltim), Hingga Oktober 2025, penyakit yang menyerang sistem pernapasan ini telah menyebabkan hampir 300 kematian di wilayah tersebut.
Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Timur (Kaltim), Jaya Mualimin, mengatakan angka kematian akibat TB menjadi perhatian serius pemerintah daerah, mengingat target nasional menurunkan prevalensi TB sebesar 50 persen harus tercapai pada 2030 mendatang.
“Ada sekitar sampai dengan bulan Oktober kemarin hampir 300 orang meninggal karena tuberkulosis di Kalimantan Timur. Tahun lalu malah 454,” ujar Jaya Mualimin.
Ia menjelaskan bahwa penanganan TB kini menjadi prioritas utama pemerintah pusat dan daerah. Penyakit ini masuk dalam program quick win Presiden dan terintegrasi dengan program kesehatan gratis Gubernur Kaltim.
Menurut Jaya, tanpa langkah konkret dan terstruktur, penurunan kasus dan kematian akibat TB akan sulit tercapai. Target penurunan prevalensi 50 persen pada akhir 2030 bukan sekadar wacana, tetapi komitmen bersama seluruh pemangku kepentingan.
“Ini sudah menjadi atensi dari Pak Presiden terkait dengan penurunan prevalensi sampai 50 persen di akhir tahun 2030,” katanya.
Untuk mendukung target tersebut, Pemprov Kaltim telah menyiapkan Peraturan Gubernur yang mengatur strategi penurunan prevalensi TB hingga 2030. Selain itu, Surat Keputusan Gubernur tentang pembentukan Tim Percepatan Penurunan Tuberkulosis juga telah diterbitkan.
Tim percepatan ini melibatkan berbagai unsur masyarakat melalui pendekatan pentahelix, yakni kolaborasi antara pemerintah, akademisi, tenaga kesehatan, dunia usaha, dan masyarakat sipil.
Jaya menegaskan, visi menuju generasi emas 2045 harus dimulai dengan kondisi masyarakat yang sehat dan sejahtera pada 2030. Karena itu, perang melawan TB bukan hanya tugas pemerintah, tetapi tanggung jawab bersama seluruh lapisan masyarakat.
“Sesuai dengan tema bahwa kita ingin menuju generasi emas, kan kita sejahtera sehat dulu ya di tahun 2030. Nanti 2045 baru kita menjadi generasi emas,” pungkasnya.











