metroikn, BALIKPAPAN — Dalam semangat memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-97 dan HUT ke-8 Ayo Bergerak Indonesia, Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Balikpapan menggelar Diskusi Pemuda bersama Pemerintah dan DPRD Kota Balikpapan. Kegiatan ini menjadi wadah bagi generasi muda untuk menyuarakan gagasan dan berdialog langsung dengan pengambil kebijakan daerah.
Acara yang berlangsung di aula Kantor Disporapar tersebut diikuti puluhan peserta dari berbagai organisasi kepemudaan, komunitas kreatif, mahasiswa, hingga pelajar SMA. Sejak awal, suasana kebersamaan terasa hangat ketika seluruh peserta menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Bangun Pemudi Pemuda secara bersama, mencerminkan semangat persatuan yang menjadi inti peringatan Sumpah Pemuda tahun ini.
Kepala Disporapar Balikpapan, Ratih Kusuma, dalam sambutannya menegaskan pentingnya sinergi antara generasi muda dan pemerintah daerah dalam mendorong kemajuan kota. Menurutnya, pemuda adalah motor penggerak perubahan dan harus diberi ruang untuk berperan aktif.
“Pemuda Balikpapan harus berani berinovasi, bergotong royong, dan menjadi bagian dari solusi bagi kemajuan kota. Pemerintah akan terus mendukung inisiatif positif anak muda di bidang sosial, lingkungan, maupun kewirausahaan,” ujarnya, Minggu (19/10/2025).
Ratih juga menekankan bahwa semangat Sumpah Pemuda bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum untuk memperkuat komitmen generasi muda dalam menjaga persatuan serta beradaptasi dengan perubahan zaman. Ia menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor, literasi digital, dan tanggung jawab sosial di era modern yang serba cepat.
“Setiap generasi memiliki perannya. Di era digital ini, pemuda harus menjadi agen perubahan yang cerdas, beretika, dan siap menghadapi tantangan global,” lanjutnya.
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Ketua DPRD Kota Balikpapan, Yono Suherman, menilai forum semacam ini menjadi sarana efektif untuk memperkuat komunikasi dua arah antara pemuda dan lembaga legislatif.
“Kami di DPRD sangat terbuka terhadap ide-ide kreatif anak muda. Banyak kebijakan yang bisa terinspirasi dari gagasan mereka, terutama di bidang pendidikan, ekonomi kreatif, dan lapangan kerja,” katanya.
Yono juga berharap agar kegiatan serupa bisa menjadi agenda tahunan yang lebih luas jangkauannya, bahkan dikembangkan menjadi program kolaboratif antara DPRD, pemerintah kota, dan organisasi kepemudaan.
Diskusi berlangsung interaktif. Sejumlah peserta menyampaikan ide-ide segar, mulai dari pengembangan ruang publik ramah pemuda, dukungan terhadap startup lokal, hingga inisiatif sosial pengurangan sampah plastik. Beberapa juga menyoroti perlunya pelatihan kepemimpinan dan program digitalisasi untuk memperkuat kapasitas generasi muda Balikpapan.
Salah satu peserta, Aldo Pratama, mahasiswa Universitas Balikpapan, mengaku kegiatan ini memberi pengalaman berharga.
“Biasanya kami hanya menyampaikan ide lewat media sosial. Kali ini bisa berdiskusi langsung dengan pemerintah dan DPRD. Rasanya lebih dihargai dan termotivasi untuk berkontribusi,” ungkapnya.
Ratih menutup kegiatan dengan menyampaikan bahwa Disporapar akan menindaklanjuti masukan peserta melalui program pengembangan kapasitas kepemudaan, seperti youth camp, pelatihan kepemimpinan, dan creative hub bagi wirausaha muda.
“Harapan kami, pemuda Balikpapan menjadi generasi yang tangguh, kreatif, dan berakhlak. Pemerintah akan terus membuka ruang kolaborasi agar energi muda tersalurkan ke arah yang produktif,” ujarnya. (adv/metroikn)












