Pemkot Balikpapan Perkuat Mitigasi Bencana, Siapkan Langkah Permanen untuk Wilayah Rawan

metroikn, BALIKPAPAN — Pemerintah Kota Balikpapan terus memperkuat kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi bencana, khususnya tanah longsor dan kebakaran permukiman. Langkah ini menjadi bagian dari upaya mitigasi berkelanjutan agar masyarakat di wilayah rawan mendapat perlindungan maksimal.

Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, menegaskan bahwa pemerintah tidak tinggal diam menghadapi berbagai kejadian yang menimpa warganya. Saat meninjau lokasi longsor di kawasan Muara Rapak, Balikpapan Utara, Bagus menyebut penanganan cepat dan sinergi lintas instansi menjadi kunci utama.

“Setiap kali terjadi bencana, aparat dari tingkat RT hingga camat bersama BPBD langsung turun memberikan pertolongan pertama dan bantuan bagi warga terdampak,” ujar Bagus, Minggu (19/10/2025).

Ia menjelaskan, Pemerintah Kota juga gencar melakukan sosialisasi tentang kesiapsiagaan bencana, terutama di kawasan yang telah terpetakan sebagai daerah rawan. Selain kesiapan aparat, kata Bagus, kesadaran masyarakat menjadi unsur penting dalam mencegah jatuhnya korban jiwa.

“Kami selalu mengingatkan warga melalui apel, coffee morning, dan pertemuan dengan para lurah serta camat agar tetap waspada. Namun memang masih ada warga yang enggan pindah dari lokasi rawan karena alasan ekonomi atau keterikatan sosial,” jelasnya.

Sebagai langkah konkret, Pemerintah Kota kini tengah menyiapkan skema relokasi bagi warga yang rumahnya rusak berat akibat longsor. Salah satu opsi yang sedang dipertimbangkan adalah penempatan sementara di rumah susun (rusun) Somber, yang masih memiliki unit kosong.

“Kami sudah menawarkan agar sebagian korban bisa menempati rusun Somber. Bagi warga yang memiliki keluarga di sekitar lokasi, juga diberikan alternatif untuk tinggal sementara di rumah kerabat,” ujarnya.

Selain penanganan fisik, Pemkot juga memastikan dukungan sosial tetap berjalan. Melalui Dinas Sosial, bantuan logistik dan pemulihan diberikan kepada keluarga terdampak, termasuk fasilitasi hak peserta BPJS bagi korban yang mengalami luka atau kehilangan.

“Pemerintah hadir untuk memberikan rasa aman dan solusi jangka panjang. Kami ingin memastikan setiap warga di daerah rawan bencana memiliki tempat tinggal yang lebih aman dan layak,” tegas Bagus.

Ia menambahkan, penguatan mitigasi bencana akan menjadi prioritas dalam perencanaan pembangunan kota ke depan. “Tujuannya bukan hanya merespons bencana, tapi menciptakan sistem yang tangguh dan masyarakat yang lebih siap,” tutupnya. (adv/metroikn)