Proyek Terowongan Samarinda Diprotes Warga: Dikerjakan Malam Hari, Dentuman Diduga Bikin Dinding Rumah Retak dan Tanah Bergeser

Samarinda17 Dilihat

metroikn, SAMARINDA – Warga Jalan Kakap, RT 19, Kelurahan Sungai Dama, Kecamatan Samarinda Ilir, dibuat panik pada Rabu (15/10/2025) malam. Dentuman keras dari arah proyek terowongan yang masih beroperasi di tengah hujan membuat warga berhamburan keluar rumah, getaran yang muncul dari aktivitas proyek itu terasa kuat hingga menyebabkan dinding rumah warga retak dan batu di pekarangan bergeser.

Diduga suara keras tersebut berasal dari alat berat jenis crane yang digunakan untuk menjatuhkan beban uji dalam proses pembangunan.

Beberapa warga mengaku, getaran serupa telah sering terjadi dalam beberapa malam terakhir tanpa ada pemberitahuan sebelumnya dari pihak proyek.

“Awalnya cuma terasa sedikit getar, tapi pas dicek mereka lagi angkat beban pakai kren. Begitu jatuh, rumah langsung goyang. Batu sampai jatuh di dekat pohon pisang,” ujar Risma, warga sekitar.

Ia mengatakan, keluhan warga sudah beberapa kali disampaikan, namun hingga kini belum ada tanggapan yang jelas dari pihak pelaksana proyek.

“Kami sudah beberapa kali lapor, tapi tidak ditanggapi. Harapan kami, rumah yang retak bisa diperbaiki dan tanahnya diturap supaya tidak bergeser terus,” tambahnya.

Warga lain juga mengeluhkan suara keras yang terjadi hampir setiap malam. Mereka mengaku sulit tidur karena dentuman dan getaran yang berulang.

Kondisi ini membuat sebagian warga merasa khawatir akan keselamatan keluarga mereka jika aktivitas proyek terus berlanjut tanpa pengawasan.

Menanggapi keresahan tersebut, Manajer Proyek, Billy, menjelaskan bahwa sumber getaran berasal dari uji beban fondasi atau PDA Test yang dilakukan untuk memastikan kekuatan struktur bangunan terowongan.

Ia menegaskan, kegiatan itu merupakan bagian dari prosedur teknis pembangunan yang biasa dilakukan dalam proyek besar.

“Itu pengujian fondasi dan sudah lazim dilakukan untuk proyek besar. Malam tadi pengujian sudah selesai, jadi tidak akan ada lagi kegiatan serupa,” jelas Billy.

Ia pun menyampaikan permohonan maaf atas gangguan yang dirasakan warga.

“Kami mohon maaf karena pelaksanaan dilakukan malam hari. Hanya dua kali tumbukan dengan beban enam ton di dua titik uji,” tambahnya.

Billy memastikan tahap pengujian telah selesai dan proyek kini berlanjut ke pembangunan struktur atas.

Sementara pihak kelurahan menyebut sebelumnya sudah ada sosialisasi umum terkait proyek terowongan, meski belum disampaikan secara rinci waktu pelaksanaan uji beban yang dilakukan malam hari.

Warga berharap agar pemerintah dan pihak pelaksana proyek memberikan perhatian serius terhadap dampak yang dirasakan masyarakat.

Mereka menuntut adanya peninjauan ulang terhadap kondisi rumah yang rusak serta jaminan keamanan selama proses pembangunan berlangsung.

Keresahan warga Sungai Dama ini menjadi pengingat pentingnya koordinasi antara pelaksana proyek dan masyarakat sekitar, agar pembangunan besar seperti terowongan tidak menimbulkan ketakutan di tengah lingkungan tempat tinggal mereka.