Menanamkan Kepedulian Lingkungan Sejak Dini, Kilang Pertamina Unit Balikpapan Edukasi Siswa SMP Soal Sampah Anorganik

METROPOLIS13 Dilihat

BALIKPAPAN — Upaya menciptakan budaya peduli lingkungan tak bisa ditunda hingga dewasa. Kesadaran akan pentingnya menjaga kebersihan dan mengelola sampah sejak usia sekolah kini mulai ditanamkan secara sistematis oleh berbagai pihak. Salah satunya oleh PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Unit Balikpapan.

Perusahaan yang mengelola salah satu kilang terbesar di Indonesia ini baru saja menggelar sosialisasi pengelolaan sampah anorganik di SMP Yos Sudarso, Balikpapan Barat. Kegiatan ini menjadi bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang mengedepankan prinsip keberlanjutan dan mendukung agenda global seperti Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), terutama terkait aksi iklim.

Lebih dari tiga puluh siswa dari kelas VII hingga IX terlibat aktif dalam kegiatan yang berlangsung hangat dan edukatif. Mereka tak hanya menerima materi, tetapi juga diajak berdiskusi tentang jenis-jenis sampah anorganik seperti plastik, kardus, dan minyak jelantah, serta bagaimana limbah tersebut dapat dikelola dan dimanfaatkan kembali.

“Kami ingin menumbuhkan pemahaman bahwa sampah bukan semata limbah, tetapi bisa menjadi sumber daya jika dikelola dengan bijak,” kata Alfiansyah, narasumber dari mitra binaan Pelita Borneo 38 yang menjadi pemateri dalam kegiatan tersebut.

Materi disampaikan dengan gaya interaktif, diperkaya video pendek dan kuis yang membuat siswa antusias. Salah seorang peserta, Marchia, mengaku kegiatan itu membuka wawasan barunya. “Saya jadi tahu bahwa botol bekas atau kardus bisa dimanfaatkan, tidak harus langsung dibuang,” tuturnya.

Area Manager Communication, Relations & CSR PT KPI Unit Balikpapan, Dodi Yapsenang menyebut kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya jangka panjang perusahaan membentuk generasi yang peduli terhadap lingkungan. “Kuncinya adalah edukasi yang konsisten dan berkesinambungan. Jika dimulai dari sekolah, dampaknya bisa meluas ke keluarga dan masyarakat sekitar,” ujarnya.

Sebagai dukungan konkret, perusahaan juga menyerahkan dua unit tempat sampah anorganik ke sekolah, agar kebiasaan memilah sampah dapat terus diterapkan secara nyata.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMP Yos Sudarso, Benyamin Duke, menyambut baik program ini. Ia berharap edukasi semacam ini dapat dilakukan secara berkala dan menyasar lebih banyak sekolah. “Ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tapi proses membangun karakter siswa,” tegasnya.

Dengan pendekatan yang tepat, program sederhana seperti ini berpotensi menjadi gerakan luas yang menumbuhkan kesadaran kolektif akan pentingnya menjaga lingkungan. Dan ketika hal itu dimulai dari ruang-ruang kelas, masa depan bumi mungkin sedikit lebih aman.