DPRD Samarinda Soroti Minimnya Mitigasi Usai Big Mall Kembali Beroperasi

metroikn, SAMARINDA — Pusat perbelanjaan Big Mall Samarinda resmi kembali beroperasi sejak Senin (16/6/2025) pasca musibah kebakaran beberapa waktu lalu. Namun, dibukanya kembali mal terbesar di Kota Tepian ini justru mendapat sorotan serius dari DPRD Samarinda.

Anggota Komisi III DPRD Samarinda, Andriansyah, menilai insiden kebakaran yang sempat melumpuhkan aktivitas di Big Mall menjadi bukti lemahnya sistem mitigasi bencana di gedung-gedung publik.

“Peristiwa kebakaran itu jelas jadi alarm. Ini bukan soal kerugian materi saja, tapi menyangkut keselamatan jiwa masyarakat. Artinya, sistem mitigasi bencana kita masih sangat lemah,” ujarnya, Senin (7/7).

Ia menjelaskan, gedung-gedung komersial dengan tingkat kunjungan tinggi harus memenuhi standar keselamatan kebakaran. Mulai dari jalur evakuasi, ketersediaan alat pemadam api ringan (APAR), sistem alarm, hingga pelatihan rutin bagi petugas keamanan.

Andriansyah menegaskan perlunya pengawasan yang lebih ketat dari pemerintah kota, termasuk audit berkala terhadap fasilitas publik.

“Jangan hanya tunggu musibah baru bergerak. Harus ada langkah proaktif dari pemerintah dan pemilik gedung. Jangan sampai Big Mall hari ini, besok bisa tempat lain,” tegasnya.

Politisi Partai Demokrat itu juga mendorong penerapan sanksi tegas bagi gedung-gedung publik yang tidak memenuhi standar mitigasi dan keselamatan kebakaran. (adv/metroikn)