metroikn, SAMARINDA – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kalimantan Timur (Kaltim) kembali mendapat sorotan. Hingga akhir September 2025, 57 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang sudah beroperasi belum satu pun memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).
Kepala Dinas Kesehatan Kaltim, Jaya Mualimin, mengingatkan pentingnya percepatan sertifikasi untuk menjamin keamanan pangan bagi puluhan ribu penerima manfaat.
“Dari 57 dapur SPPG yang sudah berjalan, belum ada satupun yang punya SLHS. Saya sudah minta seluruh Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota membantu proses ini supaya lebih cepat,” tegas Jaya, Senin (29/9/25).
Kondisi di Kaltim ini ternyata mencerminkan situasi nasional. Berdasarkan laporan terbaru, dari 8.583 SPPG di Indonesia, hanya 34 unit yang berhasil memperoleh SLHS per 22 September 2025.
Menurut Jaya, upaya sertifikasi sebenarnya sudah mulai berjalan. Para petugas dapur telah mengikuti pelatihan penjamah makanan dan mendapatkan sertifikat kompetensi. Langkah berikutnya adalah visitasi lapangan untuk menilai higienitas dapur, kualitas bahan, serta sistem penyimpanan.
Ia menegaskan, standar higienis tidak boleh ditawar.
“Ini bukan sekadar formalitas. SLHS adalah jaminan bahwa makanan yang didistribusikan aman dikonsumsi. Karena itu, sertifikasi harus segera dituntaskan,” tambahnya.
Jaya optimis target sertifikasi seluruh dapur di Kaltim bisa tercapai dalam waktu dekat. Ia menegaskan bahwa Dinkes Provinsi siap mendorong dan memfasilitasi, meski kewenangan penerbitan berada di kabupaten/kota.
“Program Makan Bergizi Gratis akan berjalan optimal bila keamanannya terjamin. Jadi percepatan sertifikasi adalah harga mati,” pungkasnya.












