metroikn, BALIKPAPAN – Sepanjang 2025, Polresta Balikpapan menghadapi peningkatan tantangan dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Data kepolisian mencatat sebanyak 442 kasus kriminalitas terjadi di Kota Balikpapan sepanjang tahun ini, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Kenaikan tersebut menandakan masih tingginya potensi gangguan kamtibmas di tengah dinamika aktivitas masyarakat perkotaan.
Meski demikian, kinerja penyelesaian perkara menunjukkan tren positif. Dari total kasus yang ditangani, Polresta Balikpapan berhasil menyelesaikan 282 perkara atau sekitar 63,8 persen. Angka ini meningkat hampir 5,88 persen dibandingkan capaian penyelesaian perkara pada tahun 2024.
Kapolresta Balikpapan Kombes Pol Anton Firmanto menyatakan, peningkatan rasio penyelesaian perkara menjadi indikator keseriusan jajaran kepolisian dalam menindaklanjuti setiap laporan masyarakat.
“Kami berupaya agar setiap laporan masyarakat bisa ditangani secara maksimal. Tidak ada yang terlewat, dan setiap kasus diproses sesuai prosedur,” ujar Anton.
Ia menegaskan, keberhasilan pengungkapan dan penyelesaian kasus tidak dapat dilepaskan dari peran aktif masyarakat. Informasi awal dari warga kerap menjadi pintu masuk penting bagi kepolisian untuk mengungkap tindak pidana, terutama di wilayah yang dinilai rawan.
“Keamanan kota bukan hanya tanggung jawab polisi. Partisipasi warga sangat menentukan, karena informasi dari masyarakat sering menjadi kunci penyelesaian kasus,” katanya.
Berdasarkan klasifikasi perkara, Polresta Balikpapan membagi fokus penanganan antara kejahatan konvensional—seperti pencurian dan penganiayaan—dengan kejahatan transnasional, terutama peredaran narkoba. Sepanjang 2025, kejahatan transnasional tercatat sebanyak 344 kasus, dengan 211 kasus berhasil diselesaikan atau sekitar 61,3 persen.
Selain itu, Polresta Balikpapan juga menangani kejahatan yang berkaitan dengan kekayaan negara, termasuk tindak pidana korupsi. Tercatat enam kasus berhasil ditangani selama 2025, termasuk penyelesaian tunggakan perkara dari tahun sebelumnya.
Menurut Anton, peningkatan angka kriminalitas menjadi bahan evaluasi serius bagi kepolisian untuk memperkuat strategi pencegahan, respons cepat, dan sinergi lintas sektor ke depan.
“Tahun 2025 menutup dengan pelajaran penting bagi kami. Menghadapi peningkatan kriminalitas, dibutuhkan kerja sama yang harmonis antara aparat dan warga. Dengan koordinasi yang baik, Balikpapan tetap bisa menjadi kota yang aman, nyaman, dan tertib bagi seluruh masyarakat,” tegasnya.












